Dīgha Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
Suasana ajaran · ilustrasi pendamping, bukan bagian dari teks kanonik
KENALI DUNIA DN 25
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini mengajak kita menyaksikan sebuah perdebatan yang menegangkan antara Buddha dan seorang pengembara yang sombong. Perhatikan bagaimana Buddha menggunakan pertanyaan lawannya sendiri untuk mengajarkan Dhamma, dan bagaimana Beliau secara bertahap membimbing dari praktik lahiriah menuju pemurnian batin yang mendalam.
Sutta ini berkisah tentang kunjungan perumah tangga Sandhāna ke tempat berkumpul para pengembara yang dipimpin Nigrodha. Saat itu, Nigrodha dengan sombong meremehkan kemampuan Buddha. Buddha, yang mendengar percakapan itu dari kejauhan, datang dan dengan bijaksana membalikkan keadaan. Beliau tidak langsung membela diri, melainkan mengajak Nigrodha berdiskusi tentang praktik pertapaan mereka sendiri, menunjukkan kekurangan-kekurangannya, lalu mengarahkan pada pemurnian batin yang sejati hingga mencapai puncak kehidupan spiritual.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
dn25:24.1 When this was said, those wanderers sat silent, dismayed, shoulders drooping, downcast, depressed, with nothing to say, as if their minds were possessed by Māra.
dn25:24.5 ‘Come, let us lead the spiritual life under the ascetic Gotama for the sake of enlightenment—for what do seven days matter?’”
dn25:24.6 Then the Buddha, having roared his lion’s roar in the lady Udumbarikā’s monastery for wanderers, rose into the air and landed on Vulture’s Peak.
dn25:24.7 Meanwhile, the householder Sandhāna went right back to Rājagaha.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.