dn23:14.1 “Meskipun Yang Mulia Kassapa berkata demikian, namun demikianlah yang kupikirkan:
dn23:14.2 ‘tidak ada alam setelah kematian, tidak ada makhluk yang terlahir spontan, tidak ada buah dan akibat dari perbuatan baik maupun buruk.’”
dn23:14.3 “Adakah, tuan putra, suatu cara untuk membuktikannya …?”
dn23:14.4 “Ada, Yang Mulia Kassapa, suatu cara …”
dn23:14.5 “Bagaimana tepatnya, tuan putra?”
dn23:14.6 “Di sini, Yang Mulia Kassapa, para pengawalku menangkap seorang pencuri yang melakukan kejahatan dan menghadapkannya kepadaku, sambil berkata,
dn23:14.7 ‘Yang mulia, ini pencuri, pelaku kejahatan;
dn23:14.8 jatuhkanlah hukuman apa pun yang Anda kehendaki atasnya.’
dn23:14.9 Lalu aku berkata kepada mereka:
dn23:14.10 ‘Kalau begitu, tuan-tuan, masukkan orang ini ke dalam periuk selagi ia masih hidup, tutup mulutnya, ikat dengan kulit basah, lapisi dengan tanah liat basah yang tebal, angkat ke atas tungku, dan nyalakan api.’
dn23:14.11 Mereka menyetujui, ‘Baik,’ lalu memasukkan orang itu ke dalam periuk selagi masih hidup, menutup mulutnya, mengikatnya dengan kulit basah, melapisinya dengan tanah liat basah yang tebal, mengangkatnya ke atas tungku, dan menyalakan api.
dn23:14.12 Ketika kami mengetahui bahwa orang itu telah meninggal dunia, kami menurunkan periuk itu, memecahkannya, membuka mulutnya, dan perlahan-lahan mengintip ke dalam, sambil berpikir,
dn23:14.13 ‘Semoga kita dapat melihat jiwanya keluar.’
dn23:14.14 Tetapi kami tidak melihat jiwanya keluar.
dn23:14.15 Inilah, Tuan Kassapa, cara yang menyebabkan aku berpikir:
dn23:14.16 ‘Dengan demikian tidak ada alam lain, tidak ada makhluk yang terlahir spontan, tidak ada buah dan akibat dari perbuatan baik maupun buruk.’”

