‹
DN 23

Pāyāsisutta

Khotbah kepada Pāyāsi

Dīgha Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

DN 23
Suasana ajaran · ilustrasi pendamping, bukan bagian dari teks kanonik
KENALI DUNIA DN 23

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini adalah sebuah dialog panjang yang penuh dengan perumpamaan. Mari kita simak bagaimana seorang petapa muda dengan sabar membongkar keyakinan seorang kepala suku yang keras kepala, dan apa yang terjadi setelahnya.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Kepala suku Pāyāsi, yang meyakini tidak ada kehidupan setelah kematian, berdebat dengan Yang Mulia Kumārakassapa. Melalui serangkaian perumpamaan, Kumārakassapa membantah pandangan nihilistik Pāyāsi dan menjelaskan bahwa alam lain dapat diketahui melalui pengembangan batin. Pāyāsi akhirnya berlindung dan berniat melakukan pengorbanan besar, namun karena memberi dengan tidak sungguh-sungguh, ia terlahir kembali di alam dewa yang lebih rendah, sementara asistennya Uttara yang memberi dengan tulus terlahir di alam yang lebih tinggi.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

dn23:13.0 2.6. The Simile of the Pregnant Woman

dn23:13.1 “Well then, chieftain, I shall give you a simile.

dn23:13.2 For by means of a simile some sensible people understand the meaning of what is said.

dn23:13.3 Once upon a time, a certain brahmin had two wives.

dn23:13.4 One had a son ten or twelve years of age, while the other was pregnant and about to give birth.

dn23:13.6 So the youth said to his mother’s co-wife,

dn23:13.7 ‘Madam, all the money, grain, silver, and gold is mine,

dn23:13.9 Transfer to me my father’s inheritance.’

dn23:13.12 If it’s a boy, one portion shall be his.

dn23:13.13 If it’s a girl, she will be your reward.’

dn23:13.22 and a third time, the youth insisted that the entire inheritance must be his.

dn23:13.26 So the brahmin lady took a knife, went to her bedroom, and sliced open her belly, thinking,

dn23:13.27 ‘Until I give birth—whether it’s a boy or a girl!’

dn23:13.28 She destroyed her own life and that of the fetus, as well as any wealth.

dn23:13.29 Being foolish and incompetent, she sought an inheritance irrationally and fell to ruin and disaster. In the same way, chieftain, being foolish and incompetent, you’re seeking the other world irrationally and will fall to ruin and disaster,

dn23:13.31 Good ascetics and brahmins don’t force what is unripe to ripen;

dn23:13.33 For the life of astute ascetics and brahmins is beneficial.

dn23:13.34 So long as they remain, good ascetics and brahmins brim with merit, and act for the welfare and happiness of the people, out of sympathy for the world, for the benefit, welfare, and happiness of gods and humans.

dn23:13.35 By this method, too, it ought to be proven that

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.