‹
DN 22

Mahāsatipaṭṭhānasutta

Mahāsatipaṭṭhānasutta

Dīgha Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

DN 22
Suasana ajaran · ilustrasi pendamping, bukan bagian dari teks kanonik
KENALI DUNIA DN 22

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini adalah salah satu khotbah terpenting tentang meditasi dalam tradisi Buddhis. Mari kita telusuri bersama bagaimana Sang Buddha menguraikan jalan perhatian ini secara bertahap, dari yang paling sederhana seperti mengamati napas, hingga pemahaman mendalam tentang kebenaran-kebenaran mulia.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Dalam Mahāsatipaṭṭhānasutta, Sang Buddha membabarkan empat penegakan perhatian (satipaṭṭhāna) sebagai jalan tunggal menuju pemurnian batin dan realisasi Nibbāna. Sutta ini menguraikan secara terperinci cara merenungkan tubuh, perasaan, pikiran, dan fenomena-fenomena (dhamma) dengan penuh kesadaran. Setiap bagian dijelaskan dengan contoh-contoh konkret, mulai dari pengamatan napas hingga perenungan empat kebenaran mulia. Di akhir sutta, Buddha menegaskan bahwa siapa pun yang mengembangkan praktik ini, bahkan hanya selama tujuh hari, dapat mencapai salah satu dari dua buah: pengetahuan langsung dalam kehidupan ini atau tingkat yang tidak kembali lagi.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

dn22:14.0 4.2. Perenungan Fenomena: Kelompok-Kelompok Unsur Kehidupan

dn22:14.1 Selanjutnya, para bhikkhu, seorang bhikkhu berdiam dengan merenungkan fenomena dalam fenomena pada kelima kelompok unsur kehidupan yang dilekati.

dn22:14.2 Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seorang bhikkhu berdiam dengan merenungkan fenomena dalam fenomena pada kelima kelompok unsur kehidupan yang dilekati?

dn22:14.3 Di sini, para bhikkhu, seorang bhikkhu merenungkan:

dn22:14.4 ‘Demikianlah bentuk, demikianlah asal mula bentuk, demikianlah lenyapnya bentuk;

dn22:14.5 demikianlah perasaan, demikianlah asal mula perasaan, demikianlah lenyapnya perasaan;

dn22:14.6 demikianlah persepsi, demikianlah asal mula persepsi, demikianlah lenyapnya persepsi;

dn22:14.7 demikianlah bentukan-bentukan pikiran, demikianlah asal mula bentukan-bentukan pikiran, demikianlah lenyapnya bentukan-bentukan pikiran.

dn22:14.8 Demikianlah kesadaran, demikianlah asal mula kesadaran, demikianlah lenyapnya kesadaran.’

dn22:14.9 Demikianlah ia berdiam dengan merenungkan prinsip-prinsip pada fenomena batin, atau merenungkan prinsip-prinsip pada fenomena lahir, atau merenungkan prinsip-prinsip pada fenomena batin dan lahir.

dn22:14.10 Ia berdiam dengan merenungkan sifat timbulnya dalam fenomena-fenomena, atau berdiam dengan merenungkan sifat lenyapnya dalam fenomena-fenomena, atau berdiam dengan merenungkan sifat timbul dan lenyapnya dalam fenomena-fenomena.

dn22:14.11 Atau, kesadaran yang tegak padanya adalah, ‘Ada fenomena-fenomena,’ hanya sejauh untuk pengetahuan dan perhatian penuh. Dan ia berdiam tanpa bergantung, tidak melekat pada apa pun di dunia.

dn22:14.12 Demikianlah, para bhikkhu, seorang bhikkhu berdiam dengan merenungkan fenomena-fenomena dalam fenomena-fenomena, yaitu pada lima kelompok kehidupan yang menjadi objek kemelekatan.

dn22:14.13 Selesai bagian tentang kelompok-kelompok (khanda).

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.