Dīgha Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
Suasana ajaran · ilustrasi pendamping, bukan bagian dari teks kanonik
KENALI DUNIA DN 19
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini diawali dengan suasana surgawi yang penuh kegembiraan, lalu berubah menjadi sebuah kisah masa lampau yang epik. Mari kita simak bagaimana sebuah kisah tentang seorang penasihat agung pada zaman dahulu menjadi landasan untuk memahami keunikan ajaran Buddha.
Pañcasikha, seorang gandhabba, menceritakan kepada Buddha tentang pertemuan para dewa Tāvatiṁsa di Balai Sudhammā. Dalam pertemuan itu, Sakka memuji Buddha dengan delapan pujian sejati, dan Brahmā Sanaṅkumāra muncul untuk membenarkan pujian tersebut. Sanaṅkumāra kemudian menceritakan kisah kehidupan lampau Buddha sebagai brahmana Mahāgovinda, seorang penasihat agung yang meninggalkan keduniawian setelah menerima petunjuk dari Brahmā. Buddha mengakhiri kisah dengan menjelaskan bahwa jalan yang diajarkan-Nya saat ini, Jalan Mulia Berunsur Delapan, melampaui tujuan kelahiran di alam Brahmā dan menuntun menuju Nibbāna.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
Ye na sabbenasabbaṁ sāsanaṁ ājāniṁsu, te kāyassa bhedā paraṁ maraṇā appekacce paranimmitavasavattīnaṁ devānaṁ sahabyataṁ upapajjiṁsu;
Para siswa yang tidak sepenuhnya memahami ajaran Sang Mahā Senapati, setelah kematian jasmani, sebagian dari mereka terlahir kembali di tengah-tengah para dewa yang menguasai ciptaan makhluk lain;
Of those disciples who only partly understood the Great Steward’s instructions, some were reborn in the company of the gods who control what is created by others,
Demikianlah, Tuan-tuan, bagi semua pemuda-pemuda itu, kehidupan meninggalkan keduniawian mereka tidaklah sia-sia, tidaklah hampa, melainkan berbuah dan membawa hasil yang melimpah."
And so the going forth of all those gentlemen was not in vain, was not barren, but was fruitful and fertile.’
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.