‹
DN 19

Mahāgovindasutta

Mahāgovindasutta

Dīgha Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

DN 19
Suasana ajaran · ilustrasi pendamping, bukan bagian dari teks kanonik
KENALI DUNIA DN 19

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini diawali dengan suasana surgawi yang penuh kegembiraan, lalu berubah menjadi sebuah kisah masa lampau yang epik. Mari kita simak bagaimana sebuah kisah tentang seorang penasihat agung pada zaman dahulu menjadi landasan untuk memahami keunikan ajaran Buddha.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Pañcasikha, seorang gandhabba, menceritakan kepada Buddha tentang pertemuan para dewa Tāvatiṁsa di Balai Sudhammā. Dalam pertemuan itu, Sakka memuji Buddha dengan delapan pujian sejati, dan Brahmā Sanaṅkumāra muncul untuk membenarkan pujian tersebut. Sanaṅkumāra kemudian menceritakan kisah kehidupan lampau Buddha sebagai brahmana Mahāgovinda, seorang penasihat agung yang meninggalkan keduniawian setelah menerima petunjuk dari Brahmā. Buddha mengakhiri kisah dengan menjelaskan bahwa jalan yang diajarkan-Nya saat ini, Jalan Mulia Berunsur Delapan, melampaui tujuan kelahiran di alam Brahmā dan menuntun menuju Nibbāna.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

dn19:34.1 In due course King Disampati passed away.

dn19:34.2 At his passing, the king-makers anointed Prince Reṇu as king.

dn19:34.3 But after being anointed, King Reṇu amused himself, supplied and provided with the five kinds of sensual stimulation.

dn19:34.4 Then the Great Steward went to the six aristocrats and said,

dn19:34.5 “King Disampati has passed away.

dn19:34.6 But after being anointed, King Reṇu amused himself, supplied and provided with the five kinds of sensual stimulation.

dn19:34.7 Who knows the intoxicating power of sensual pleasures?

dn19:34.8 Come, sirs, go to King Reṇu and say,

dn19:34.9 ‘Worthy sir, King Disampati has passed away, and you have been anointed as king. Do you remember what you said?’”

dn19:34.10 “Yes, worthy sir,” replied the six aristocrats. They went to King Reṇu and said,

dn19:34.11 “Worthy sir, King Disampati has passed away, and you have been anointed as king. Do you remember what you said?”

dn19:34.13 Who is able to neatly divide into seven equal parts this great land, so broad in the north and narrow as the front of a cart in the south?”

dn19:34.14 “Who else, sir, if not the Great Steward?”

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.