dn13:33.1 “Demikianlah, Vāseṭṭha, para brahmana yang mahir dalam tiga Veda itu terbebani dengan kepemilikan, sedangkan Brahmā tidak memiliki kepemilikan.
Khotbah tentang Para Ahli Tiga Veda
Sutta ini mengajak kita merenungkan tentang klaim kebenaran yang tidak berdasar dan pentingnya pengalaman langsung. Mari kita simak bagaimana Buddha menuntun dua brahmana muda ini dari sekadar keyakinan turun-temurun menuju pemahaman yang lebih dalam tentang jalan spiritual.
Dua brahmana muda, Vāseṭṭha dan Bhāradvāja, berselisih tentang jalan mana yang benar menuju kebersamaan dengan Brahmā. Mereka mendatangi Buddha untuk menyelesaikan perselisihan itu. Buddha menunjukkan bahwa klaim para brahmana ahli Veda tidak berdasar karena mereka mengajarkan jalan menuju sesuatu yang tidak mereka kenal atau lihat, lalu mengajarkan jalan sejati menuju alam Brahmā melalui pengembangan cinta kasih, belas kasih, kegembiraan, dan keseimbangan batin.
dn13:33.1 “Demikianlah, Vāseṭṭha, para brahmana yang mahir dalam tiga Veda itu terbebani dengan kepemilikan, sedangkan Brahmā tidak memiliki kepemilikan.
dn13:33.2 Namun, dapatkah para brahmana yang mahir dalam tiga Veda yang terbebani dengan kepemilikan itu bersatu dan menyatu dengan Brahmā yang tidak memiliki kepemilikan?”
dn13:33.3 “Tidak demikian, Guru Gotama.”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.