Dīgha Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
Suasana ajaran · ilustrasi pendamping, bukan bagian dari teks kanonik
KENALI DUNIA DN 12
Kenali dunia dalam sutta ini
Dalam sutta ini, kita akan menyaksikan bagaimana Buddha dengan bijak meluruskan pandangan keliru seorang brahmana terpelajar. Mari kita simak dialog yang penuh perumpamaan ini dan renungkan maknanya bagi praktik kita sendiri.
Brahmana Lohicca memiliki pandangan salah bahwa seorang petapa atau brahmana yang mencapai kualitas baik tidak perlu mengajarkannya kepada orang lain. Buddha menggunakan perumpamaan tentang raja dan pendapatan kerajaan untuk menunjukkan bahwa pandangan ini justru merugikan banyak orang. Beliau lalu memaparkan tiga jenis guru yang layak ditegur dan satu guru yang tidak layak ditegur, yaitu Tathāgata yang mengajarkan Dhamma hingga siswanya mencapai pencerahan. Lohicca akhirnya menyadari kesalahannya dan berlindung kepada Buddha, Dhamma, dan Saṅgha.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
dn12:17.3 ‘This is for your welfare. This is for your happiness.’
dn12:17.4 Their disciples do want to listen. They actively listen and try to understand. They don’t proceed having turned away from the teacher’s instruction.
dn12:17.5 That teacher deserves to be reprimanded:
dn12:17.6 ‘Venerable, you haven’t reached the goal of the ascetic life; and when you teach disciples
dn12:17.8 they don’t proceed having turned away from the teacher’s instruction.
dn12:17.9 It’s like someone who abandons their own field and presumes to weed someone else’s field. That’s the consequence of such a wicked, greedy deed, I say. For what can one do for another?’
dn12:17.10 This is the second kind of teacher who deserves to be reprimanded.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.