dn11:80.1 Kemudian, Kevaṭṭa, bhikkhu itu mencapai suatu pencapaian meditasi sedemikian rupa sehingga ketika pikirannya terkonsentrasi, jalan menuju alam Brahma tampak.
dn11:80.2 Kemudian, Kevaṭṭa, bhikkhu itu mendatangi para deva Brahmakāyika; setelah mendatanginya, ia berkata kepada para deva Brahmakāyika itu:
dn11:80.3 ‘Di manakah, sahabat-sahabat, empat unsur utama ini berhenti tanpa sisa, yaitu unsur tanah, unsur air, unsur api, dan unsur angin?’
dn11:80.4 Ketika hal ini dikatakan, Kevaṭṭa, para deva Brahmakāyika itu berkata kepada bhikkhu itu:
dn11:80.5 ‘Kami juga, bhikkhu, tidak mengetahui:
dn11:80.6 “Di manakah empat unsur utama ini berhenti tanpa sisa, yaitu unsur tanah, unsur air, unsur api, dan unsur angin?”
dn11:80.7 Tetapi ada, bhikkhu, Brahmā, Mahābrahmā, Sang Penakluk, Yang Tak Terkalahkan, Yang Maha Melihat, Penguasa Segala, Raja, Pencipta, Pembentuk, Yang Tertinggi, Pengendali, Bapak dari semua makhluk yang telah lahir dan yang akan lahir. Ia lebih unggul dan lebih mulia daripada kami.
dn11:80.8 Ia mungkin mengetahui hal ini:
dn11:80.9 “Di manakah empat unsur utama ini berhenti tanpa sisa, yaitu unsur tanah, unsur air, unsur api, dan unsur angin?”’”
dn11:80.10 ‘Tetapi, sahabat-sahabat, di manakah sekarang Mahābrahmā itu?’
dn11:80.11 ‘Kami juga, bhikkhu, tidak mengetahui di mana Brahmā berada, ke arah mana Brahmā pergi, atau di tempat mana Brahmā berdiam;
dn11:80.12 akan tetapi, bhikkhu, sesuai dengan tanda-tanda yang terlihat—cahaya muncul dan sinar bersinar—kami mengetahui bahwa Brahmā akan muncul. Sebab ini adalah pertanda awal kemunculan Brahmā, yaitu munculnya cahaya dan bersinarnya sinar.’


