dn11:68.1 Kemudian, Kevaṭṭa, bhikkhu itu mencapai suatu pencapaian konsentrasi sedemikian rupa sehingga ketika pikirannya terkonsentrasi, muncullah jalan menuju para dewa.
dn11:68.2 Kemudian, Kevaṭṭa, bhikkhu itu mendatangi para dewa Cātumahārājika; setelah mendatangi, ia berkata kepada para dewa Cātumahārājika itu:
dn11:68.3 ‘Sahabat-sahabat, di manakah empat unsur utama ini berhenti tanpa sisa, yaitu: unsur tanah, unsur air, unsur api, dan unsur angin?’
dn11:68.4 Ketika hal ini dikatakan, Kevaṭṭa, para dewa Cātumahārājika itu berkata kepada bhikkhu tersebut:
dn11:68.5 ‘Bhikkhu, kami pun tidak mengetahui:
dn11:68.6 “di mana empat unsur utama ini berhenti tanpa sisa, yaitu: unsur tanah, unsur air, unsur api, dan unsur angin.”
dn11:68.7 Akan tetapi, bhikkhu, ada empat Raja Besar yang lebih unggul dan lebih mulia daripada kami.
dn11:68.8 Mereka mungkin mengetahui hal itu:
dn11:68.9 “di mana empat unsur utama ini berhenti tanpa sisa, yaitu: unsur tanah, unsur air, unsur api, dan unsur angin.”’


