dn11:84.1 Then that mendicant, as easily as a strong person would extend or contract their arm, vanished from the realm of divinity and reappeared in front of me.
Kevaddha Sutta
Sutta ini mengajak kita merenungkan apa yang sesungguhnya berharga dalam praktik spiritual—apakah sekadar kemampuan luar biasa, ataukah kebijaksanaan yang menuntun pada kebebasan sejati. Mari kita simak dialog antara Kevaddha dan Buddha yang mengungkapkan pandangan mendalam tentang hal ini.
Perumah tangga Kevaddha meminta Sang Buddha menugaskan seorang bhikkhu untuk menunjukkan keajaiban kekuatan batin agar warga Nāḷandā semakin percaya. Sang Buddha menolak dan menjelaskan tiga jenis keajaiban, lalu menceritakan kisah seorang bhikkhu yang mencari jawaban tentang lenyapnya empat unsur utama hingga ke alam Brahma, namun akhirnya kembali kepada Buddha untuk mendapatkan jawaban yang benar.
dn11:84.1 Then that mendicant, as easily as a strong person would extend or contract their arm, vanished from the realm of divinity and reappeared in front of me.
dn11:84.2 Then he bowed, sat down to one side, and said to me,
dn11:84.3 ‘Sir, where do these four principal states cease without remainder, namely, the elements of earth, water, fire, and air?’
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.