an9.52:3.1 Puna caparaṁ, āvuso, bhikkhu sabbaso nevasaññānāsaññāyatanaṁ samatikkamma saññāvedayitanirodhaṁ upasampajja viharati, paññāya cassa disvā āsavā parikkhīṇā honti.
Sutta tentang Keamanan
Sutta ini mengajak kita merenungkan makna keamanan sejati dalam praktik spiritual. Mari kita simak bagaimana seorang bhikkhu menjelaskan tingkatan-tingkatan 'aman' menurut ajaran Buddha.
Dalam sutta ini, seorang bhikkhu bertanya kepada temannya tentang makna 'aman' (khema) sebagaimana diajarkan oleh Buddha. Temannya menjelaskan bahwa Buddha menyebut 'aman' dalam arti tertentu (pariyāyena) merujuk pada pencapaian jhāna pertama hingga seterusnya, dan dalam arti sepenuhnya (nippariyāyena) ketika seorang bhikkhu mencapai lenyapnya persepsi dan perasaan serta kekotoran batinnya habis.
an9.52:3.1 Puna caparaṁ, āvuso, bhikkhu sabbaso nevasaññānāsaññāyatanaṁ samatikkamma saññāvedayitanirodhaṁ upasampajja viharati, paññāya cassa disvā āsavā parikkhīṇā honti.
an9.52:3.2 Ettāvatāpi kho, āvuso, khemaṁ vuttaṁ bhagavatā nippariyāyenā”ti.
an9.52:3.3 Paṭhamaṁ.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.