an9.3:1.1 At one time the Buddha was staying near Cālikā, on the Cālikā mountain.
Meghiyasutta
Sutta ini mengisahkan seorang bhikkhu yang ingin berlatih sendirian, namun justru dihantui pikiran-pikiran buruk. Melalui dialog dengan Buddha, kita diajak memahami bahwa latihan spiritual tidak bisa dipaksakan sendirian tanpa fondasi yang matang.
Meghiya, seorang bhikkhu yang sedang berlatih, meminta izin kepada Buddha untuk berlatih sendirian di hutan mangga yang indah. Meskipun Buddha mengingatkannya untuk menunggu, Meghiya tetap pergi dan diganggu oleh pikiran-pikiran buruk. Ia kembali kepada Buddha, yang kemudian mengajarkan lima hal yang mendukung pematangan kebebasan batin, serta empat latihan tambahan untuk mengatasi rintangan dan mencapai Nibbāna.
an9.3:1.1 At one time the Buddha was staying near Cālikā, on the Cālikā mountain.
an9.3:1.2 Now, at that time Venerable Meghiya was the Buddha’s attendant.
an9.3:1.3 Then Venerable Meghiya went up to the Buddha, bowed, stood to one side, and said to him,
an9.3:1.4 “Sir, I’d like to enter Jantu village for alms.”
an9.3:1.5 “Please, Meghiya, go at your convenience.”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.