‹
AN 9.38

Lokāyatikasutta

Khotbah tentang Para Brahmana Kosmolog

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 9.38

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana pertanyaan-pertanyaan besar tentang alam semesta sering kali meleset dari persoalan yang lebih mendesak: pembebasan batin dari kemelekatan. Mari kita simak bagaimana Buddha mengarahkan para brahmana itu dari perdebatan kosmologis ke praktik meditasi yang nyata.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Dua brahmana kosmolog mendatangi Buddha dan menanyakan siapa yang benar di antara Pūraṇa Kassapa dan Nigaṇṭha Nāṭaputta yang klaimnya saling bertentangan tentang dunia. Buddha menolak menjawab pertanyaan itu dan mengajarkan bahwa 'ujung dunia' tidak dapat dicapai dengan berjalan kaki, melainkan dengan melatih batin melalui jhāna hingga mencapai lenyapnya kekotoran batin.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an9.38:2.1

“Pūraṇo, bho gotama, kassapo sabbaññū sabbadassāvī aparisesaṁ ñāṇadassanaṁ paṭijānāti:

“Guru Gotama, Pūraṇa Kassapa mengaku maha tahu dan maha melihat, mengaku memiliki pengetahuan dan penglihatan yang sempurna tanpa sisa, yaitu:

“Worthy Gotama, Pūraṇa Kassapa claims to be all-knowing and all-seeing, to know and see everything without exception, thus:

an9.38:2.2

‘carato ca me tiṭṭhato ca suttassa ca jāgarassa ca satataṁ samitaṁ ñāṇadassanaṁ paccupaṭṭhitan’ti.

‘Pengetahuan dan penglihatan senantiasa hadir padaku, baik ketika berjalan, berdiri, tidur, maupun terjaga, secara terus-menerus dan berkesinambungan.’

‘Knowledge and vision are constantly and continually present to me, while walking, standing, sleeping, and waking.’

an9.38:2.3

So evamāha:

Ia berkata demikian:

He says:

an9.38:2.4

‘ahaṁ anantena ñāṇena anantaṁ lokaṁ jānaṁ passaṁ viharāmī’ti.

‘Dengan pengetahuan yang tak terbatas, aku hidup dengan mengetahui dan melihat dunia yang tak terbatas.’

‘With infinite knowledge I know and see that the cosmos is infinite.’

an9.38:2.5

Ayampi, bho gotama, nigaṇṭho nāṭaputto sabbaññū sabbadassāvī aparisesaṁ ñāṇadassanaṁ paṭijānāti:

Dan Nigaṇṭha Nāṭaputta juga mengaku maha tahu dan maha melihat, mengaku memiliki pengetahuan dan penglihatan yang sempurna tanpa sisa, yaitu:

And the Jain ascetic of the Ñātika clan also claims to be all-knowing and all-seeing, to know and see everything without exception, thus:

an9.38:2.6

‘carato ca me tiṭṭhato ca suttassa ca jāgarassa ca satataṁ samitaṁ ñāṇadassanaṁ paccupaṭṭhitan’ti.

‘Pengetahuan dan penglihatan senantiasa hadir padaku, baik ketika berjalan, berdiri, tidur, maupun terjaga, secara terus-menerus dan berkesinambungan.’

‘Knowledge and vision are constantly and continually present to me, while walking, standing, sleeping, and waking.’

an9.38:2.7

So evamāha:

Ia berkata demikian:

He says:

an9.38:2.8

‘ahaṁ anantena ñāṇena anantaṁ lokaṁ jānaṁ passaṁ viharāmī’ti.

‘Dengan pengetahuan yang tak terbatas, aku hidup dengan mengetahui dan melihat dunia yang terbatas.’

‘With infinite knowledge I know and see that the cosmos is finite.’

an9.38:2.9

Imesaṁ, bho gotama, ubhinnaṁ ñāṇavādānaṁ ubhinnaṁ aññamaññaṁ vipaccanīkavādānaṁ ko saccaṁ āha ko musā”ti?

Dari kedua orang ini, Guru Gotama, yang sama-sama mengaku berbicara berdasarkan pengetahuan, namun saling bertentangan satu sama lain, siapakah yang berkata benar dan siapakah yang berkata salah?”

These two claim to speak from knowledge, but they directly contradict each other. Which one of them speaks the truth, and which falsehood?”

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.