Katame ca, bhikkhave, tayo purisaparassā?
Dan apakah, para bhikkhu, ketiga jenis manusia unggul itu?
What are the three excellent people?
Kuda Liar
Sutta ini mengajak kita merenungkan kualitas diri sendiri melalui perumpamaan yang indah. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha memetakan tingkatan kemajuan spiritual, dari yang baru memulai hingga yang telah mencapai tujuan akhir, dengan analogi yang mudah dipahami.
Dalam sutta ini, Sang Buddha menggunakan perumpamaan tiga jenis kuda—liar, unggul, dan berdarah murni—untuk mengilustrasikan tiga tingkatan kualitas seorang praktisi. Kualitas tersebut diukur dari 'kecepatan' (pemahaman mendalam akan kebenaran), 'keindahan' (kemampuan menjawab pertanyaan seputar Dhamma dan Vinaya), dan 'proporsi tubuh' (kemampuan memperoleh kebutuhan hidup). Sutta ini secara progresif memetakan tingkatan pencapaian spiritual, dari pemahaman Empat Kebenaran Mulia hingga pencapaian Arahat, dan mengaitkannya dengan kualitas-kualitas pendukung seorang bhikkhu.
Katame ca, bhikkhave, tayo purisaparassā?
Dan apakah, para bhikkhu, ketiga jenis manusia unggul itu?
What are the three excellent people?
Idha, bhikkhave, ekacco purisaparasso …pe…
Di sini, para bhikkhu, seseorang yang bagaikan manusia unggul …
One excellent person …
javasampanno ca hoti vaṇṇasampanno ca ārohapariṇāhasampanno ca.
memiliki kecepatan, memiliki keindahan, dan memiliki postur tubuh yang proporsional.
is fast, beautiful, and well proportioned.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.