an9.20:9.1 It would be more fruitful to develop the perception of impermanence—even as long as a finger-snap—than to do all of these things, including developing a heart of love for as long as it takes to pull a cow’s udder.”
Tentang Velāma
Sutta ini mengajak kita merenungkan kualitas batin di balik perbuatan memberi, dan bagaimana praktik batin sederhana bisa melampaui persembahan yang paling megah sekalipun.
Buddha mengajarkan kepada perumah tangga Anāthapiṇḍika bahwa cara memberi lebih penting daripada jumlah pemberian. Ia menceritakan kehidupan lampaunya sebagai brahmana Velāma yang memberikan persembahan agung, namun karena tidak ada penerima yang layak, buahnya kalah dibanding perbuatan kecil seperti mengembangkan cinta kasih atau persepsi ketidakkekalan.
an9.20:9.1 It would be more fruitful to develop the perception of impermanence—even as long as a finger-snap—than to do all of these things, including developing a heart of love for as long as it takes to pull a cow’s udder.”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.