an8.9:5.1 Tatridaṁ, bhikkhave, nandassa satisampajaññasmiṁ hoti.
Khotbah tentang Nanda
Sutta ini menawarkan pandangan yang jujur tentang pergulatan batin dan jalan praktis untuk mengatasinya. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha menggambarkan latihan Nanda, seorang bhikkhu yang dikenal memiliki nafsu besar namun tetap mampu menjalani kehidupan suci dengan sempurna.
Dalam khotbah ini, Sang Buddha memuji Nanda sebagai putra keluarga yang baik, kuat, rupawan, namun juga bernafsu besar. Beliau kemudian menjelaskan bagaimana Nanda, meskipun memiliki kecenderungan nafsu yang besar, mampu menjalani kehidupan suci yang lengkap dan murni berkat empat kualitas utama: menjaga pintu-pintu indra, mengetahui ukuran dalam makan, tekun dalam berjaga, serta memiliki perhatian dan kewaspadaan penuh.
an8.9:5.1 Tatridaṁ, bhikkhave, nandassa satisampajaññasmiṁ hoti.
an8.9:5.2 Idha, bhikkhave, nandassa viditā vedanā uppajjanti, viditā upaṭṭhahanti, viditā abbhatthaṁ gacchanti;
an8.9:5.3 viditā saññā …pe…
an8.9:5.4 viditā vitakkā …pe… abbhatthaṁ gacchanti.
an8.9:5.5 Idaṁ kho, bhikkhave, nandassa satisampajaññasmiṁ hoti.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.