‹
AN 8.8

Uttaravipattisutta

Uttaravipattisutta

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 8.8

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan praktik introspeksi dalam kehidupan spiritual, dan bagaimana sebuah ajaran dapat ditelusuri kembali ke sumbernya. Mari kita simak dialog antara seorang bhikkhu dan raja para dewa yang mengungkap kebenaran mendalam tentang asal-usul ucapan yang baik dan bahaya dari keterikatan duniawi.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Yang Mulia Uttara mengajarkan para bhikkhu di Gunung Saṅkheyyaka tentang pentingnya merenungkan kekurangan dan keunggulan diri sendiri serta orang lain. Raja Vessavaṇa mendengar ajaran ini dan melaporkannya kepada Sakka, yang kemudian turun untuk menanyakan sumber ajarannya. Uttara menjawab dengan perumpamaan tumpukan padi, bahwa segala ucapan baik berasal dari Buddha, dan Sakka membenarkan dengan mengutip khotbah Buddha tentang Devadatta yang dikuasai delapan hal yang bertentangan dengan Dhamma sejati.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

an8.8:3.1 Kemudian Raja Vessavaṇa—sebagaimana seorang kuat yang kuat dapat meluruskan lengan yang tertekuk atau menekuk lengan yang terulur, demikian pula—lenyap dari Gunung Saṅkheyyaka di Mahisavatthu dan muncul di tengah-tengah para dewa Tāvatiṁsa.

an8.8:3.2 Kemudian Raja Vessavaṇa mendekati Sakka, raja para dewa; setelah mendekat, ia berkata kepada Sakka, raja para dewa:

an8.8:3.3 “Yang Mulia, sudilah engkau mengetahui.

an8.8:3.4 Yang Mulia Uttara sedang mengajarkan Dhamma kepada para bhikkhu di Gunung Saṅkheyyaka di Mahisavatthu dengan cara ini:

an8.8:3.5 ‘Baiklah, sahabat, seorang bhikkhu hendaknya dari waktu ke waktu merenungkan kegagalan dirinya sendiri. …”

an8.8:3.6 Baiklah, teman, seorang bhikkhu dari waktu ke waktu merenungkan kegagalan orang lain …

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.