Diṭṭhadhammahitatthāya,
Demi kesejahteraan dan manfaat di kehidupan ini,
welfare and benefit in this life,
Khotbah tentang Pencapaian (Ke dua)
Khotbah ini memberikan panduan praktis yang jarang terlihat dalam kanon, karena secara khusus membahas kehidupan ideal seorang perumah tangga. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha merangkai keseimbangan antara urusan duniawi dan pengembangan spiritual dalam satu kesatuan yang utuh.
Dalam khotbah ini, Sang Buddha menjelaskan delapan pencapaian yang dimiliki oleh seorang perumah tangga yang baik. Empat pencapaian pertama berkaitan dengan kehidupan duniawi—ketekunan dalam bekerja, melindungi kekayaan, memiliki teman yang baik, dan hidup seimbang dalam keuangan. Empat pencapaian berikutnya berkaitan dengan kehidupan spiritual—keyakinan, moralitas, kedermawanan, dan kebijaksanaan. Delapan kualitas ini disebut membawa kebahagiaan di kehidupan sekarang dan kehidupan mendatang.
Diṭṭhadhammahitatthāya,
Demi kesejahteraan dan manfaat di kehidupan ini,
welfare and benefit in this life,
samparāyasukhāya ca;
dan kebahagiaan di kehidupan mendatang;
and happiness in lives to come.
Evametaṁ gahaṭṭhānaṁ,
Demikianlah bagi para perumah tangga,
This is how, for a householder,
cāgo puññaṁ pavaḍḍhatī”ti.
kebajikan tumbuh melalui kedermawanan.”
merit grows by generosity.”
Chaṭṭhaṁ.
Ke enam.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.