an8.74:2.1 Dan bagaimanakah, para bhikkhu, perhatian pada kematian itu dikembangkan dan dilatih secara berulang-ulang sehingga membawa hasil besar dan manfaat besar, berujung pada tanpa-kematian, dan berpuncak pada tanpa-kematian?
an8.74:2.2 Di sini, para bhikkhu, ketika siang berlalu dan malam tiba, seorang bhikkhu merenungkan:
an8.74:2.3 ‘Ada banyak kondisi bagiku yang dapat menyebabkan kematian—
an8.74:2.4 seekor ular mungkin menggigitku, atau seekor kalajengking atau lipan mungkin menyengatku;
an8.74:2.5 karena itu aku bisa mati. Itu akan menjadi rintangan bagiku.
an8.74:2.6 Atau aku mungkin tersandung dan jatuh, atau makanan yang kumakan mungkin membuatku sakit, atau empeduku mungkin terganggu, atau dahakku mungkin terganggu, atau angin tajam di dalam tubuhku mungkin terganggu, atau manusia mungkin menyerangku, atau makhluk halus mungkin menyerangku;
an8.74:2.7 karena itu aku bisa mati. Itu akan menjadi rintangan bagiku.’
an8.74:2.8 Maka, para bhikkhu, bhikkhu itu harus merenungkan:
an8.74:2.9 ‘Adakah kualitas-kualitas buruk dan tidak terampil yang belum kulepaskan, yang dapat menjadi rintangan bagiku jika aku mati malam ini?’
