“Aṭṭhime, bhikkhave, ariyavohārā.
“Para bhikkhu, ada delapan ucapan mulia ini.
“Mendicants, there are these eight noble expressions.
Sutta Ucapan Mulia
Sutta ini singkat namun padat, mengajak kita merenungkan bagaimana kita berbicara tentang pengalaman kita. Mari kita simak dengan tenang, dan lihat bagaimana delapan ucapan mulia ini dapat menjadi cermin bagi cara kita berkomunikasi sehari-hari.
Dalam sutta ini, Sang Buddha mengajarkan delapan ucapan mulia (ariyavohārā) yang terbagi dalam dua kelompok: empat ucapan jujur tentang hal yang tidak dilihat, tidak didengar, tidak dirasakan, dan tidak diketahui; serta empat ucapan jujur tentang hal yang dilihat, didengar, dirasakan, dan diketahui. Intinya adalah kejujuran dalam melaporkan pengalaman indra dan pengetahuan seseorang, tanpa melebih-lebihkan atau mengingkarinya.
“Aṭṭhime, bhikkhave, ariyavohārā.
“Para bhikkhu, ada delapan ucapan mulia ini.
“Mendicants, there are these eight noble expressions.
Katame aṭṭha?
Apakah delapan itu?
What eight?
Adiṭṭhe adiṭṭhavāditā, asute asutavāditā, amute amutavāditā, aviññāte aviññātavāditā, diṭṭhe diṭṭhavāditā, sute sutavāditā, mute mutavāditā, viññāte viññātavāditā.
Mengatakan tidak melihat apa yang tidak dilihat, tidak mendengar apa yang tidak didengar, tidak merasakan apa yang tidak dirasakan, tidak mengetahui apa yang tidak diketahui; dan mengatakan melihat apa yang dilihat, mendengar apa yang didengar, merasakan apa yang dirasakan, mengetahui apa yang diketahui.
Saying you haven’t seen, heard, thought, or known something, and you haven’t. And saying you’ve seen, heard, thought, or known something, and you have.
Ime kho, bhikkhave, aṭṭha ariyavohārā”ti.
Ini, para bhikkhu, adalah delapan ucapan mulia.”
These are the eight noble expressions.”
Aṭṭhamaṁ.
Ke delapan.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.