Iccete aṭṭha dhammā ca,
Demikianlah kedelapan kualitas ini,
And so these eight qualities
Khotbah tentang Dīghajāṇu
Sutta ini adalah salah satu ajaran Buddha yang paling praktis dan relevan bagi umat awam. Mari kita simak bagaimana Beliau merangkai keseimbangan antara kehidupan duniawi dan tujuan spiritual dalam satu kesatuan yang utuh.
Dīghajāṇu, seorang perumah tangga Koliya, bertanya kepada Buddha bagaimana umat awam yang menikmati kehidupan duniawi dapat memperoleh kesejahteraan dan kebahagiaan, baik di kehidupan ini maupun kehidupan mendatang. Buddha menjawab dengan mengajarkan delapan kualitas: empat untuk kebahagiaan duniawi (usaha, perlindungan, pertemanan baik, dan keuangan seimbang) dan empat untuk kebahagiaan spiritual (keyakinan, moralitas, kedermawanan, dan kebijaksanaan).
Iccete aṭṭha dhammā ca,
Demikianlah kedelapan kualitas ini,
And so these eight qualities
saddhassa gharamesino;
dari seorang perumah tangga yang berkeyakinan dan bijaksana;
of a faithful householder of discernment
Akkhātā saccanāmena,
dinyatakan oleh Yang Maha Tahu yang sesungguhnya
are declared by the one who is truly named
ubhayattha sukhāvahā.
sebagai pembawa kebahagiaan dalam kedua alam.
to lead to happiness in both spheres,
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.