Uṭṭhāhikā analasā,
Ia bangun pagi, tidak malas,
She gets up early, works tirelessly,
Khotbah tentang Ibu Nakula
Dalam khotbah ini, Sang Buddha memberikan panduan praktis bagi para perumah tangga perempuan untuk menjalani kehidupan yang harmonis dan bermakna, dengan menekankan keseimbangan antara tanggung jawab domestik dan pengembangan spiritual. Mari kita simak dengan hati terbuka.
Dalam khotbah ini, Sang Buddha mengajarkan kepada Ibu Nakula, seorang perumah tangga perempuan, tentang delapan kualitas yang membuat seorang perempuan terlahir kembali di alam para deva yang disebut 'Menyenangkan'. Kualitas-kualitas tersebut mencakup sikap berbakti kepada suami, menghormati mereka yang dihormati suami, keterampilan dalam pekerjaan rumah tangga, pengelolaan bawahan dan keuangan, serta praktik spiritual sebagai upāsikā yang berlindung pada Buddha, Dhamma, dan Saṅgha, bermoral, dan dermawan.
Uṭṭhāhikā analasā,
Ia bangun pagi, tidak malas,
She gets up early, works tirelessly,
saṅgahitaparijjanā;
dan mengurus para pembantunya;
and manages the domestic help.
Bhattu manāpaṁ carati,
Ia menyenangkan hati suaminya,
She’s agreeable to her husband,
sambhataṁ anurakkhati.
dan menjaga harta yang dikumpulkan.
and preserves his wealth.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.