an8.47:7.1 Yā evaṁ vattati nārī,
an8.47:7.2 bhattu chandavasānugā;
an8.47:7.3 Manāpā nāma te devā,
an8.47:7.4 yattha sā upapajjatī”ti.
an8.47:7.5 Sattamaṁ.
Khotbah Kedua kepada Visākhā tentang Para Dewa yang Menyenangkan
Sutta ini menggambarkan cita-cita peran perempuan dalam konteks rumah tangga pada masa Buddha, dengan penekanan pada kebajikan, kesetiaan, dan kedermawanan sebagai jalan menuju kelahiran yang baik.
Dalam khotbah kedua kepada Visākhā, Ibu Migāra, Sang Buddha menjelaskan delapan kualitas yang membuat seorang perempuan terlahir kembali di alam para Dewa yang Menyenangkan (Manāpakāyikā devā). Kualitas-kualitas tersebut mencakup sikap berbakti kepada suami, kedermawanan, serta perilaku yang baik dan bijaksana dalam kehidupan rumah tangga.
an8.47:7.1 Yā evaṁ vattati nārī,
an8.47:7.2 bhattu chandavasānugā;
an8.47:7.3 Manāpā nāma te devā,
an8.47:7.4 yattha sā upapajjatī”ti.
an8.47:7.5 Sattamaṁ.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.