an8.47:5.1 Dan seorang perempuan baik tidak pernah memarahi suaminya
an8.47:5.2 dengan kata-kata cemburu.
an8.47:5.3 Dengan bijaksana, ia menghormati
an8.47:5.4 semua yang dihormati oleh suaminya.
Khotbah Kedua kepada Visākhā tentang Para Dewa yang Menyenangkan
Sutta ini menggambarkan cita-cita peran perempuan dalam konteks rumah tangga pada masa Buddha, dengan penekanan pada kebajikan, kesetiaan, dan kedermawanan sebagai jalan menuju kelahiran yang baik.
Dalam khotbah kedua kepada Visākhā, Ibu Migāra, Sang Buddha menjelaskan delapan kualitas yang membuat seorang perempuan terlahir kembali di alam para Dewa yang Menyenangkan (Manāpakāyikā devā). Kualitas-kualitas tersebut mencakup sikap berbakti kepada suami, kedermawanan, serta perilaku yang baik dan bijaksana dalam kehidupan rumah tangga.
an8.47:5.1 Dan seorang perempuan baik tidak pernah memarahi suaminya
an8.47:5.2 dengan kata-kata cemburu.
an8.47:5.3 Dengan bijaksana, ia menghormati
an8.47:5.4 semua yang dihormati oleh suaminya.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.