‹
AN 8.47

Dutiyavisākhāsutta

Khotbah Kedua kepada Visākhā tentang Para Dewa yang Menyenangkan

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 8.47

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini menggambarkan cita-cita peran perempuan dalam konteks rumah tangga pada masa Buddha, dengan penekanan pada kebajikan, kesetiaan, dan kedermawanan sebagai jalan menuju kelahiran yang baik.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Dalam khotbah kedua kepada Visākhā, Ibu Migāra, Sang Buddha menjelaskan delapan kualitas yang membuat seorang perempuan terlahir kembali di alam para Dewa yang Menyenangkan (Manāpakāyikā devā). Kualitas-kualitas tersebut mencakup sikap berbakti kepada suami, kedermawanan, serta perilaku yang baik dan bijaksana dalam kehidupan rumah tangga.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

an8.47:2.1 “Visākhā, ketika seorang perempuan memiliki delapan kualitas—setelah kematian, saat hancurnya jasmani—ia terlahir kembali bersama para Dewa dari Kelompok yang Menyenangkan.

an8.47:2.3 Di sini, Visākhā, seorang perempuan yang ibu dan ayahnya memberikannya kepada suami, menginginkan kebaikannya, menginginkan kesejahteraannya, karena kasih sayang—ia bangun sebelum suaminya, tidur setelahnya, bersikap patuh, berperilaku menyenangkan, dan berbicara dengan ramah. …

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.