‹
AN 8.46

Anuruddhasutta

Anuruddha dan Para Dewa yang Menyenangkan

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 8.46

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini diawali dengan kisah menarik tentang pertemuan Anuruddha dengan para dewa yang memiliki kekuatan luar biasa. Dari pengalaman itulah muncul pertanyaan tentang kehidupan yang baik, yang kemudian dijawab oleh Buddha secara praktis dan terperinci.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Suatu sore, Yang Mulia Anuruddha kedatangan sekelompok dewa Manāpakāyikā yang memamerkan kemampuan mereka mengubah warna, suara, dan kebahagiaan sesuka hati. Setelah para dewa itu pergi, Anuruddha bertanya kepada Buddha tentang kualitas apa yang menyebabkan seorang perempuan terlahir kembali di tengah para dewa tersebut. Buddha menjawab dengan menguraikan delapan kualitas seorang istri yang baik, mulai dari kesetiaan, keterampilan mengurus rumah tangga, hingga moralitas dan kedermawanan.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an8.46:4.1

Atha kho tā devatā ekā ca gāyi ekā ca nacci ekā ca accharaṁ vādesi.

Kemudian salah satu dari para dewa itu bernyanyi, yang lain menari, dan yang lain lagi bertepuk tangan.

Then one of those deities sang, one danced, and one snapped her fingers.

an8.46:4.2

Seyyathāpi nāma pañcaṅgikassa tūriyassa suvinītassa suppaṭipatāḷitassa kusalehi susamannāhatassa saddo hoti vaggu ca rajanīyo ca kamanīyo ca pemanīyo ca madanīyo ca;

Bagaikan suara dari seperangkat alat musik lima bagian yang dimainkan dengan baik oleh para musisi terampil, yang telah berlatih dengan baik dan dijaga ritmenya dengan sempurna—suara itu indah, memikat, menyenangkan, menawan, dan memabukkan;

Suppose there was a quintet made up of skilled musicians who had practiced well and kept excellent rhythm. They’d sound graceful, tantalizing, sensuous, endearing, and intoxicating.

an8.46:4.3

evamevaṁ tāsaṁ devatānaṁ alaṅkārānaṁ saddo hoti vaggu ca rajanīyo ca kamanīyo ca pemanīyo ca madanīyo ca.

demikian pula suara dari para dewi yang berdandan itu indah, memikat, menyenangkan, menawan, dan memabukkan.

In the same way the performance by those deities sounded graceful, tantalizing, sensuous, endearing, and intoxicating.

an8.46:4.4

Atha kho āyasmā anuruddho indriyāni okkhipi.

Kemudian Yang Mulia Anuruddha menutup indra-indranya.

But Venerable Anuruddha averted his senses.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.