Atha kho āyasmato anuruddhassa etadahosi:
Kemudian Yang Mulia Anuruddha berpikir:
Then Venerable Anuruddha thought,
Anuruddha dan Para Dewa yang Menyenangkan
Sutta ini diawali dengan kisah menarik tentang pertemuan Anuruddha dengan para dewa yang memiliki kekuatan luar biasa. Dari pengalaman itulah muncul pertanyaan tentang kehidupan yang baik, yang kemudian dijawab oleh Buddha secara praktis dan terperinci.
Suatu sore, Yang Mulia Anuruddha kedatangan sekelompok dewa Manāpakāyikā yang memamerkan kemampuan mereka mengubah warna, suara, dan kebahagiaan sesuka hati. Setelah para dewa itu pergi, Anuruddha bertanya kepada Buddha tentang kualitas apa yang menyebabkan seorang perempuan terlahir kembali di tengah para dewa tersebut. Buddha menjawab dengan menguraikan delapan kualitas seorang istri yang baik, mulai dari kesetiaan, keterampilan mengurus rumah tangga, hingga moralitas dan kedermawanan.
Atha kho āyasmato anuruddhassa etadahosi:
Kemudian Yang Mulia Anuruddha berpikir:
Then Venerable Anuruddha thought,
“aho vatimā devatā sabbāva pītā assu …pe…
“Alangkah baiknya jika semua dewa ini menjadi kuning …”
“If only these deities would all turn yellow …”
sabbāva lohitakā assu …
“Alangkah baiknya jika semua dewa ini menjadi merah …”
“If only these gods would all turn red …”
sabbāva odātā assu odātavaṇṇā odātavatthā odātālaṅkārā”ti.
“Alangkah baiknya jika semua dewa ini menjadi putih, berwarna putih, berpakaian putih, berhias putih!”
“If only these gods would all turn white …”
Atha kho tā devatā āyasmato anuruddhassa cittamaññāya sabbāva odātā ahesuṁ odātavaṇṇā odātavatthā odātālaṅkārā.
Kemudian para dewa itu, mengetahui pikiran Yang Mulia Anuruddha, semuanya menjadi putih, berwarna putih, berpakaian putih, berhias putih.
Then those deities, knowing Anuruddha’s thought, all turned white.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.