Yo naṁ bharati sabbadā,
Ia tidak akan merendahkan suaminya,
She’d never look down on her husband,
Anuruddha dan Para Dewa yang Menyenangkan
Sutta ini diawali dengan kisah menarik tentang pertemuan Anuruddha dengan para dewa yang memiliki kekuatan luar biasa. Dari pengalaman itulah muncul pertanyaan tentang kehidupan yang baik, yang kemudian dijawab oleh Buddha secara praktis dan terperinci.
Suatu sore, Yang Mulia Anuruddha kedatangan sekelompok dewa Manāpakāyikā yang memamerkan kemampuan mereka mengubah warna, suara, dan kebahagiaan sesuka hati. Setelah para dewa itu pergi, Anuruddha bertanya kepada Buddha tentang kualitas apa yang menyebabkan seorang perempuan terlahir kembali di tengah para dewa tersebut. Buddha menjawab dengan menguraikan delapan kualitas seorang istri yang baik, mulai dari kesetiaan, keterampilan mengurus rumah tangga, hingga moralitas dan kedermawanan.
Yo naṁ bharati sabbadā,
Ia tidak akan merendahkan suaminya,
She’d never look down on her husband,
niccaṁ ātāpi ussuko;
yang selalu bersemangat dan tekun bekerja;
who’s always eager to work hard,
Taṁ sabbakāmadaṁ posaṁ,
yang selalu memenuhi segala keinginannya,
always looking after her,
bhattāraṁ nātimaññati.
dan selalu menjaganya.
and bringing whatever she wants.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.