‹
AN 8.42

Vitthatūposathasutta

Sutta Uposatha Lengkap (Delapan Faktor)

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 8.42

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan praktik uposatha bukan sekadar sebagai aturan, melainkan sebagai cara untuk menyelaraskan diri dengan kualitas para Arahant. Mari kita simak bagaimana Buddha merinci setiap faktor dan menjelaskan besarnya manfaat yang bisa diraih.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Sutta ini menjelaskan secara terperinci tentang pelaksanaan uposatha yang dilengkapi dengan delapan faktor. Buddha menguraikan bagaimana seorang siswa mulia menjalankan setiap faktor dengan meniru perilaku para Arahant, dan kemudian menunjukkan manfaat luar biasa dari praktik ini, yang bahkan melampaui kekuasaan duniawi dan membuka jalan menuju kelahiran kembali di alam-alam surga.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an8.42:2.1

‘Yāvajīvaṁ arahanto uccāsayanamahāsayanaṁ pahāya uccāsayanamahāsayanā paṭiviratā nīcaseyyaṁ kappenti—mañcake vā tiṇasanthārake vā.

‘Selama hidup mereka, para Arahant telah meninggalkan tempat tidur tinggi dan mewah, menjauhkan diri dari tempat tidur tinggi dan mewah, dan menggunakan tempat tidur rendah—baik berupa dipan maupun hamparan rumput.

‘As long as they live, the perfected ones give up high and luxurious beds. They sleep in a low place, either a cot or a grass mat.

an8.42:2.2

Ahampajja imañca rattiṁ imañca divasaṁ uccāsayanamahāsayanaṁ pahāya uccāsayanamahāsayanā paṭivirato nīcaseyyaṁ kappemi—mañcake vā tiṇasanthārake vā.

Aku pun, pada hari ini dan malam ini, akan meninggalkan tempat tidur tinggi dan mewah, menjauhkan diri dari tempat tidur tinggi dan mewah, dan menggunakan tempat tidur rendah—baik berupa dipan maupun hamparan rumput.

I, too, for this day and night will give up high and luxurious beds. I’ll sleep in a low place, either a cot or a grass mat.

an8.42:2.3

Imināpaṅgena arahataṁ anukaromi, uposatho ca me upavuttho bhavissatī’ti.

Dengan faktor ini, aku meniru para Arahant, dan uposathaku akan terlaksana.’

I will observe the sabbath by doing as the perfected ones do in this respect.’

an8.42:2.4

Iminā aṭṭhamena aṅgena samannāgato hoti.

Inilah faktor kedelapannya.

This is its eighth factor.

an8.42:2.5

Evaṁ upavuttho kho, bhikkhave, aṭṭhaṅgasamannāgato uposatho mahapphalo hoti mahānisaṁso mahājutiko mahāvipphāro.

Dengan cara demikianlah, para bhikkhu, uposatha yang dilengkapi delapan faktor itu dijalankan sehingga berbuah besar, bermanfaat besar, bercahaya besar, dan melimpah luas.

The observance of the sabbath with its eight factors in this way is very fruitful and beneficial and brilliant and bountiful.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.