an8.40:1.1 “Pāṇātipāto, bhikkhave, āsevito bhāvito bahulīkato nirayasaṁvattaniko tiracchānayonisaṁvattaniko pettivisayasaṁvattaniko.
an8.40:1.2 Yo sabbalahuso pāṇātipātassa vipāko, manussabhūtassa appāyukasaṁvattaniko hoti.
Sutta Akibat Perbuatan Buruk
Sutta ini mengajak kita merenungkan hukum sebab-akibat dari perbuatan sehari-hari. Mari kita simak dengan tenang bagaimana Sang Buddha memaparkan delapan jalur perbuatan buruk dan buahnya, baik di alam rendah maupun dalam kehidupan manusia.
Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan kepada para bhikkhu tentang akibat dari delapan perbuatan buruk—membunuh, mencuri, berbuat salah dalam hal nafsu, berbohong, memecah belah, berkata kasar, berbicara tidak berguna, dan meminum minuman keras. Setiap perbuatan, jika dilakukan berulang-ulang, akan mengarah ke alam rendah (neraka, alam binatang, atau alam setan), dan bahkan akibat paling ringan bagi manusia pun tetap menyakitkan, seperti umur pendek, kehilangan kekayaan, atau kegilaan.
an8.40:1.1 “Pāṇātipāto, bhikkhave, āsevito bhāvito bahulīkato nirayasaṁvattaniko tiracchānayonisaṁvattaniko pettivisayasaṁvattaniko.
an8.40:1.2 Yo sabbalahuso pāṇātipātassa vipāko, manussabhūtassa appāyukasaṁvattaniko hoti.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.