‹
AN 8.40

Duccaritavipākasutta

Sutta Akibat Perbuatan Buruk

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 8.40

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan hukum sebab-akibat dari perbuatan sehari-hari. Mari kita simak dengan tenang bagaimana Sang Buddha memaparkan delapan jalur perbuatan buruk dan buahnya, baik di alam rendah maupun dalam kehidupan manusia.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan kepada para bhikkhu tentang akibat dari delapan perbuatan buruk—membunuh, mencuri, berbuat salah dalam hal nafsu, berbohong, memecah belah, berkata kasar, berbicara tidak berguna, dan meminum minuman keras. Setiap perbuatan, jika dilakukan berulang-ulang, akan mengarah ke alam rendah (neraka, alam binatang, atau alam setan), dan bahkan akibat paling ringan bagi manusia pun tetap menyakitkan, seperti umur pendek, kehilangan kekayaan, atau kegilaan.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an8.40:2.1

Adinnādānaṁ, bhikkhave, āsevitaṁ bhāvitaṁ bahulīkataṁ nirayasaṁvattanikaṁ tiracchānayonisaṁvattanikaṁ pettivisayasaṁvattanikaṁ.

Para bhikkhu, mengambil yang tidak diberikan, jika diulangi, dikembangkan, dan dipraktikkan, akan mengarah ke neraka, alam binatang, atau alam setan.

Stealing, when cultivated, developed, and practiced, leads to hell, the animal realm, or the ghost realm.

an8.40:2.2

Yo sabbalahuso adinnādānassa vipāko, manussabhūtassa bhogabyasanasaṁvattaniko hoti.

Akibat paling ringan dari mengambil yang tidak diberikan bagi seseorang yang terlahir sebagai manusia adalah kehilangan kekayaan.

The minimum result it leads to for a human being is loss of wealth.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.