Niviṭṭhasaddho pūjeti,
Dengan keyakinan yang mantap, ia menghormati,
the mendicant spiritual practitioners,
Sappurisasutta — Orang yang Baik
Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana kehadiran seseorang yang baik dapat membawa dampak positif yang luas, tidak hanya bagi keluarga dekat tetapi juga bagi masyarakat dan alam yang lebih luas. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha menggambarkan peran seorang yang baik dalam kehidupan bersama.
Dalam khotbah ini, Sang Buddha menjelaskan bahwa kelahiran seorang yang baik (sappurisa) dalam sebuah keluarga membawa manfaat, kesejahteraan, dan kebahagiaan bagi banyak pihak: orang tua, anak dan pasangan, para pekerja, sahabat, leluhur, raja, dewata, serta para petapa dan brahmana. Ia menggunakan perumpamaan awan besar yang menumbuhkan semua tanaman untuk menggambarkan dampak positif tersebut. Di akhir khotbah, Sang Buddha menekankan pentingnya menghormati orang tua dan mereka yang telah meninggalkan keduniawian, serta menjalani kehidupan yang kokoh dalam ajaran sejati, bebas dari kekikiran.
Niviṭṭhasaddho pūjeti,
Dengan keyakinan yang mantap, ia menghormati,
the mendicant spiritual practitioners,
ñatvā dhamme ca pesalo;
mengetahui Dhamma dan berperilaku baik;
knowing their good-hearted qualities.
Rañño hito devahito,
bermanfaat bagi raja, bermanfaat bagi para dewata,
Good for the king, good for the gods,
ñātīnaṁ sakhinaṁ hito.
dan bermanfaat bagi sanak saudara dan sahabat.
and good for relatives and comrades.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.