an8.38:4.1 Ia menghormati mereka sesuai dengan Dhamma,
an8.38:4.2 mengingat apa yang telah mereka lakukan;
an8.38:4.3 terhadap mereka yang telah meninggalkan keduniawian,
an8.38:4.4 para pengikut kehidupan suci yang tanpa rumah.
Sappurisasutta — Orang yang Baik
Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana kehadiran seseorang yang baik dapat membawa dampak positif yang luas, tidak hanya bagi keluarga dekat tetapi juga bagi masyarakat dan alam yang lebih luas. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha menggambarkan peran seorang yang baik dalam kehidupan bersama.
Dalam khotbah ini, Sang Buddha menjelaskan bahwa kelahiran seorang yang baik (sappurisa) dalam sebuah keluarga membawa manfaat, kesejahteraan, dan kebahagiaan bagi banyak pihak: orang tua, anak dan pasangan, para pekerja, sahabat, leluhur, raja, dewata, serta para petapa dan brahmana. Ia menggunakan perumpamaan awan besar yang menumbuhkan semua tanaman untuk menggambarkan dampak positif tersebut. Di akhir khotbah, Sang Buddha menekankan pentingnya menghormati orang tua dan mereka yang telah meninggalkan keduniawian, serta menjalani kehidupan yang kokoh dalam ajaran sejati, bebas dari kekikiran.
an8.38:4.1 Ia menghormati mereka sesuai dengan Dhamma,
an8.38:4.2 mengingat apa yang telah mereka lakukan;
an8.38:4.3 terhadap mereka yang telah meninggalkan keduniawian,
an8.38:4.4 para pengikut kehidupan suci yang tanpa rumah.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.