“Aṭṭhimāni, bhikkhave, sappurisadānāni.
“Para bhikkhu, ada delapan pemberian orang baik ini.
“Mendicants, there are these eight gifts of a true person.
Pemberian Orang Baik
Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana cara memberi yang berkualitas, bukan sekadar apa yang diberikan. Perhatikan delapan aspek yang disebutkan dan bagaimana syairnya memperkuat pesan tentang ketulusan dan kebijaksanaan dalam berdana.
Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan delapan kualitas pemberian dari orang baik (sappurisadāna): memberi yang murni, terbaik, tepat waktu, layak, dengan bijaksana, teratur, dengan hati yang yakin, dan merasa gembira setelah memberi. Syair penutup menegaskan bahwa pemberian semacam itu dipuji oleh para bijaksana dan membawa kelahiran kembali di alam yang bahagia.
“Aṭṭhimāni, bhikkhave, sappurisadānāni.
“Para bhikkhu, ada delapan pemberian orang baik ini.
“Mendicants, there are these eight gifts of a true person.
Katamāni aṭṭha?
Apakah delapan itu?
What eight?
Suciṁ deti, paṇītaṁ deti, kālena deti, kappiyaṁ deti, viceyya deti, abhiṇhaṁ deti, dadaṁ cittaṁ pasādeti, datvā attamano hoti.
Ia memberi yang murni, memberi yang terbaik, memberi pada waktu yang tepat, memberi yang layak, memberi dengan bijaksana, memberi secara teratur, ketika memberi hatinya menjadi yakin, dan setelah memberi ia merasa gembira.
Their gift is pure, good quality, timely, appropriate, intelligent, and regular. While giving their heart is confident, and afterwards they’re uplifted.
Imāni kho, bhikkhave, aṭṭha sappurisadānānīti.
Inilah, para bhikkhu, delapan pemberian orang baik.”
These are the eight gifts of a true person.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.