an8.30:26.0 Tassuddānaṁ
an8.30:26.1 Dve uggā dve ca hatthakā,
an8.30:26.2 mahānāmena jīvako;
an8.30:26.3 Dve balā akkhaṇā vuttā,
an8.30:26.4 anuruddhena te dasāti.
Anuruddha dan Pikiran-Pikiran Agung
Sutta ini mengajak kita merenungkan kualitas batin apa yang sebenarnya menopang jalan spiritual. Mari kita simak bagaimana Buddha membimbing Anuruddha, dan bagaimana delapan pemikiran ini dijelaskan satu per satu.
Saat Anuruddha merenung dalam kesendirian tentang kualitas-kualitas Dhamma, Buddha menampakkan diri dan menegaskan tujuh pemikiran yang telah direnungkan Anuruddha, lalu menambahkan pemikiran kedelapan tentang ketidak-senangan pada proliferasi (papañca). Buddha kemudian menguraikan delapan pemikiran manusia agung ini secara terperinci di hadapan para bhikkhu, menjelaskan makna dan alasan di balik setiap pernyataan. Setelah menerima nasihat ini, Anuruddha berdiam di tempat yang sama dan mencapai Kearahattaan, mengungkapkan syair pujian atas bimbingan gurunya.
an8.30:26.0 Tassuddānaṁ
an8.30:26.1 Dve uggā dve ca hatthakā,
an8.30:26.2 mahānāmena jīvako;
an8.30:26.3 Dve balā akkhaṇā vuttā,
an8.30:26.4 anuruddhena te dasāti.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.