Tayidaṁ sammukhībhūtaṁ,
Ketika hal ini hadir di hadapanmu,
If you find yourself in their presence,
Kesempatan yang Hilang
Sutta ini mengajak kita merenungkan betapa berharganya kondisi manusia yang memiliki akses pada ajaran Buddha. Bacalah dengan kesadaran bahwa setiap kondisi yang disebutkan adalah undangan untuk melihat betapa istimewanya kesempatan yang kita miliki saat ini.
Dalam khotbah ini, Sang Buddha membahas delapan kondisi yang disebut 'akkhaṇa'—kesempatan yang hilang atau waktu yang tidak tepat—yang menghalangi seseorang untuk menjalani kehidupan suci. Kondisi-kondisi ini mencakup kelahiran di alam rendah, kelahiran di alam deva berumur panjang, kelahiran di daerah terpencil, memiliki pandangan salah, atau memiliki kebijaksanaan yang tumpul. Sang Buddha kemudian menegaskan bahwa hanya ada satu kesempatan sejati: ketika seorang Tathāgata telah muncul di dunia, Dhamma diajarkan, dan seseorang terlahir di wilayah tengah dengan kebijaksanaan yang cukup untuk memahami ajaran tersebut.
Tayidaṁ sammukhībhūtaṁ,
Ketika hal ini hadir di hadapanmu,
If you find yourself in their presence,
yaṁ lokasmiṁ sudullabhaṁ;
yang amat sulit diperoleh di dunia ini,
so hard to find in the world,
Manussapaṭilābho ca,
dan jika engkau memperoleh kelahiran sebagai manusia,
and if you’ve gained a human birth,
saddhammassa ca desanā;
serta pengajaran Dhamma sejati;
and the teaching of the Dhamma;
Alaṁ vāyamituṁ tattha,
cukuplah itu untuk berusaha dengan tekun,
that’s enough to make an effort,
attakāmena jantunā.
bagi makhluk yang menginginkan kebaikan dirinya.
for a personage who desires self-knowledge.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.