Ekova kho, bhikkhave, khaṇo ca samayo ca brahmacariyavāsāya.
Hanya ada satu, para bhikkhu, kesempatan dan waktu yang tepat untuk menjalani kehidupan suci.
Mendicants, there is just one opportunity for spiritual practice.
Kesempatan yang Hilang
Sutta ini mengajak kita merenungkan betapa berharganya kondisi manusia yang memiliki akses pada ajaran Buddha. Bacalah dengan kesadaran bahwa setiap kondisi yang disebutkan adalah undangan untuk melihat betapa istimewanya kesempatan yang kita miliki saat ini.
Dalam khotbah ini, Sang Buddha membahas delapan kondisi yang disebut 'akkhaṇa'—kesempatan yang hilang atau waktu yang tidak tepat—yang menghalangi seseorang untuk menjalani kehidupan suci. Kondisi-kondisi ini mencakup kelahiran di alam rendah, kelahiran di alam deva berumur panjang, kelahiran di daerah terpencil, memiliki pandangan salah, atau memiliki kebijaksanaan yang tumpul. Sang Buddha kemudian menegaskan bahwa hanya ada satu kesempatan sejati: ketika seorang Tathāgata telah muncul di dunia, Dhamma diajarkan, dan seseorang terlahir di wilayah tengah dengan kebijaksanaan yang cukup untuk memahami ajaran tersebut.
Ekova kho, bhikkhave, khaṇo ca samayo ca brahmacariyavāsāya.
Hanya ada satu, para bhikkhu, kesempatan dan waktu yang tepat untuk menjalani kehidupan suci.
Mendicants, there is just one opportunity for spiritual practice.
Katamo eko?
Apakah yang satu itu?
What is that one?
Idha, bhikkhave, tathāgato ca loke uppanno hoti arahaṁ sammāsambuddho vijjācaraṇasampanno sugato lokavidū anuttaro purisadammasārathi satthā devamanussānaṁ buddho bhagavā.
Di sini, para bhikkhu, seorang Tathāgata muncul di dunia, seorang Arahant, Yang Tercerahkan Sempurna, sempurna dalam pengetahuan dan perilaku, Yang Sempurna, pengenal dunia, pemimpin tak tertandingi bagi mereka yang layak dilatih, guru para deva dan manusia, Yang Tercerahkan, Yang Bhagavā.
It’s when a Realized One has arisen in the world, perfected, a fully awakened Buddha, accomplished in knowledge and conduct, holy, knower of the world, supreme guide for those fit for training, teacher of gods and humans, awakened, blessed.
Dhammo ca desiyati opasamiko parinibbāniko sambodhagāmī sugatappavedito. Ayañca puggalo majjhimesu janapadesu paccājāto hoti, so ca hoti paññavā ajaḷo aneḷamūgo paṭibalo subhāsitadubbhāsitassa atthamaññātuṁ.
Dan Dhamma diajarkan, yang menuntun pada kedamaian, pada padamnya, pada pencerahan, sebagaimana dinyatakan oleh Yang Sempurna. Dan orang ini terlahir kembali di wilayah tengah. Dan ia bijaksana, cerdas, cerdik, dan mampu membedakan apa yang baik diucapkan dari apa yang buruk diucapkan.
He teaches the Dhamma leading to peace, extinguishment, awakening, as proclaimed by the Holy One. And an individual is reborn in a central country. And they’re wise, bright, clever, and able to distinguish what is well said from what is poorly said.
Ayaṁ, bhikkhave, ekova khaṇo ca samayo ca brahmacariyavāsāyāti.
Ini, para bhikkhu, adalah satu-satunya kesempatan dan waktu yang tepat untuk menjalani kehidupan suci.
This is the one opportunity for spiritual practice.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.