an8.25:3.1 "Tetapi, Yang Mulia, bagaimanakah seorang umat awam disebut berlatih demi kebaikan dirinya sendiri, bukan demi kebaikan orang lain?"
an8.25:3.2 "Ketika, Mahānāma, seorang umat awam sempurna dalam keyakinan pada dirinya sendiri, tetapi tidak mendorong orang lain untuk mencapai kesempurnaan dalam keyakinan;
an8.25:3.3 sempurna dalam moralitas pada dirinya sendiri, tetapi tidak mendorong orang lain untuk mencapai kesempurnaan dalam moralitas;
an8.25:3.4 sempurna dalam kedermawanan pada dirinya sendiri, tetapi tidak mendorong orang lain untuk mencapai kesempurnaan dalam kedermawanan;
an8.25:3.5 ia ingin melihat para bhikkhu, tetapi tidak mendorong orang lain untuk melihat para bhikkhu;
an8.25:3.6 ia ingin mendengar Dhamma sejati, tetapi tidak mendorong orang lain untuk mendengar Dhamma sejati;
an8.25:3.7 ia dengan mudah mengingat ajaran-ajaran yang telah didengarnya, tetapi tidak mendorong orang lain untuk mengingat ajaran-ajaran;
an8.25:3.8 ia merenungkan makna dari ajaran-ajaran yang telah diingatnya, tetapi tidak mendorong orang lain untuk merenungkan makna;
an8.25:3.9 setelah memahami makna dan memahami Dhamma, ia berlatih sesuai dengan Dhamma, tetapi tidak mendorong orang lain untuk berlatih sesuai dengan Dhamma."
an8.25:3.10 Sejauh itulah, Mahānāma, seorang umat awam dikatakan berlatih demi kebaikan dirinya sendiri, bukan demi kebaikan orang lain."
