an8.21:11.1 Ime kho me, bhante, aṭṭha acchariyā abbhutā dhammā saṁvijjanti.
an8.21:11.2 Na ca kho ahaṁ jānāmi—
an8.21:11.3 katamehi cāhaṁ aṭṭhahi acchariyehi abbhutehi dhammehi samannāgato bhagavatā byākato”ti.
Khotbah Pertama tentang Ugga
Sutta ini memperlihatkan bagaimana seorang perumah tangga dapat mencapai tingkat spiritual yang tinggi. Melalui kisah Ugga, kita diajak untuk merenungkan kualitas-kualitas apa saja yang dapat dikembangkan dalam kehidupan sehari-hari untuk mendukung kemajuan batin.
Sang Buddha menyatakan bahwa perumah tangga Ugga dari Vesālī memiliki delapan kualitas menakjubkan. Seorang bhikkhu kemudian mendatangi Ugga untuk menanyakan kualitas-kualitas tersebut. Ugga, yang tidak mengetahui pernyataan Sang Buddha, menjabarkan delapan kualitas yang ia miliki, yang ternyata sama persis dengan yang dimaksud oleh Sang Buddha.
an8.21:11.1 Ime kho me, bhante, aṭṭha acchariyā abbhutā dhammā saṁvijjanti.
an8.21:11.2 Na ca kho ahaṁ jānāmi—
an8.21:11.3 katamehi cāhaṁ aṭṭhahi acchariyehi abbhutehi dhammehi samannāgato bhagavatā byākato”ti.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.