Saṁvijjanti kho pana me, bhante, kule bhogā.
Dan, Bhante, dalam keluargaku terdapat kekayaan.
And though my family has wealth,
Khotbah Pertama tentang Ugga
Sutta ini memperlihatkan bagaimana seorang perumah tangga dapat mencapai tingkat spiritual yang tinggi. Melalui kisah Ugga, kita diajak untuk merenungkan kualitas-kualitas apa saja yang dapat dikembangkan dalam kehidupan sehari-hari untuk mendukung kemajuan batin.
Sang Buddha menyatakan bahwa perumah tangga Ugga dari Vesālī memiliki delapan kualitas menakjubkan. Seorang bhikkhu kemudian mendatangi Ugga untuk menanyakan kualitas-kualitas tersebut. Ugga, yang tidak mengetahui pernyataan Sang Buddha, menjabarkan delapan kualitas yang ia miliki, yang ternyata sama persis dengan yang dimaksud oleh Sang Buddha.
Saṁvijjanti kho pana me, bhante, kule bhogā.
Dan, Bhante, dalam keluargaku terdapat kekayaan.
And though my family has wealth,
Te ca kho appaṭivibhattā sīlavantehi kalyāṇadhammehi.
Namun kekayaan itu dibagikan tanpa kecuali kepada mereka yang bermoral dan berkarakter baik.
it’s shared without reserve with ethical people of good character.
Ayaṁ kho me, bhante, catuttho acchariyo abbhuto dhammo saṁvijjati.
Ini, Bhante, adalah kualitas menakjubkan dan mengagumkan keempat yang terdapat dalam diriku.
This is the fourth incredible and amazing quality found in me.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.