an8.15:3.1 Malitthiyā duccaritaṁ,
an8.15:3.2 maccheraṁ dadato malaṁ;
an8.15:3.3 Malā ve pāpakā dhammā,
an8.15:3.4 asmiṁ loke paramhi ca;
an8.15:3.5 Tato malā malataraṁ,
an8.15:3.6 avijjā paramaṁ malan”ti.
an8.15:3.7 Pañcamaṁ.
Noda
Sutta ini mengajak kita merenungkan berbagai bentuk 'noda' dalam kehidupan sehari-hari, dan bagaimana ketidaktahuan menjadi akar dari segala kekotoran. Mari kita simak dengan tenang.
Dalam sutta ini, Sang Buddha membabarkan delapan jenis noda atau kekotoran yang melekat pada berbagai aspek kehidupan, mulai dari mantra, rumah, kecantikan, penjaga, wanita, pemberi, hingga kualitas buruk di dunia ini dan dunia berikutnya. Puncaknya, Beliau menegaskan bahwa ketidaktahuan (avijjā) adalah noda yang paling buruk di antara semuanya.
an8.15:3.1 Malitthiyā duccaritaṁ,
an8.15:3.2 maccheraṁ dadato malaṁ;
an8.15:3.3 Malā ve pāpakā dhammā,
an8.15:3.4 asmiṁ loke paramhi ca;
an8.15:3.5 Tato malā malataraṁ,
an8.15:3.6 avijjā paramaṁ malan”ti.
an8.15:3.7 Pañcamaṁ.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.