Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 8.12
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini mengisahkan pertemuan antara Jenderal Sīha, seorang pengikut Jain, dengan Buddha, yang membahas berbagai tuduhan yang dilontarkan aliran lain terhadap ajaran Buddha. Mari kita simak bagaimana Buddha menjawab tuduhan-tuduhan tersebut dengan cara yang bijaksana dan bagaimana Sīha akhirnya menjadi pengikut Buddha.
Jenderal Sīha, seorang pengikut Jain yang terkemuka, mendengar pujian tentang Buddha dari para Licchavi dan ingin menemuinya, tetapi dicegah oleh gurunya Nigaṇṭha Nāṭaputta yang menuduh Buddha mengajarkan doktrin ketidakberlakuan. Setelah tiga kali dicegah, Sīha tetap pergi menemui Buddha dan menanyakan kebenaran tuduhan tersebut. Buddha menjelaskan bahwa tuduhan itu benar dalam satu pengertian, tetapi juga benar bahwa Ia mengajarkan keberlakuan, pemusnahan, dan berbagai ajaran lain dalam pengertian yang berbeda. Sīha menjadi yakin, berlindung kepada Buddha, dan mengundangnya untuk makan. Setelah mendengar khotbah bertahap, Sīha mencapai mata Dhamma dan menjadi umat awam yang berlindung seumur hidup.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an8.12:28.1 Then the Buddha taught Sīha step by step, with
an8.12:28.2 a talk on giving, ethical conduct, and heaven. He revealed the drawbacks of sensual pleasures, so sordid and corrupt, and the benefit of renunciation.
an8.12:28.3 And when the Buddha knew that Sīha’s mind was ready, pliable, rid of hindrances, elated, and confident he revealed the special teaching of the Buddhas:
an8.12:28.4 suffering, its origin, its cessation, and the path.
an8.12:28.5 Just as a clean cloth rid of stains would properly absorb dye,
an8.12:28.6 in that very seat the stainless, immaculate vision of the Dhamma arose in General Sīha:
an8.12:28.7 “Everything that is liable to arise is liable to cease.”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.