an8.11:9.1 “Yang Mulia Gotama adalah seorang pengasing diri.”
an8.11:9.2 “Ada, brahmana, cara yang dengannya, jika seseorang berbicara dengan benar, ia dapat mengatakan:
an8.11:9.3 ‘Pertapa Gotama adalah seorang pengasing diri.’
an8.11:9.4 Sebab, brahmana, aku menyatakan bahwa hal-hal yang tidak baik dan tidak bermanfaat—perbuatan buruk melalui tubuh, ucapan, dan pikiran—harus diasingkan.
an8.11:9.5 Bagi siapa pun, brahmana, hal-hal yang tidak baik dan tidak bermanfaat yang harus diasingkan telah ditinggalkan, dipotong hingga ke akarnya, dijadikan seperti tunggul pohon palem, dimusnahkan sehingga tidak akan muncul lagi di masa depan, ia ku sebut ‘pengasing diri.’
an8.11:9.6 Bagi Tathāgata, brahmana, hal-hal yang tidak baik dan tidak bermanfaat yang harus diasingkan telah ditinggalkan, dipotong hingga ke akarnya, dijadikan seperti tunggul pohon palem, dimusnahkan sehingga tidak akan muncul lagi di masa depan.
an8.11:9.7 Ini, brahmana, adalah cara yang dengannya, jika seseorang berbicara dengan benar, ia dapat mengatakan:
an8.11:9.8 ‘Pertapa Gotama adalah seorang pengasing diri,’ tetapi bukan itu yang engkau maksudkan.”
