Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 8.11
Kenali dunia dalam sutta ini
Dalam sutta ini, kita akan menyaksikan dialog antara Sang Buddha dan seorang brahmana yang menguji Beliau dengan tuduhan-tuduhan. Perhatikan bagaimana Sang Buddha membalikkan setiap tuduhan dengan makna yang lebih dalam, dan bagaimana perumpamaan anak ayam menjadi kunci untuk memahami pencapaian-Nya.
Brahmana Verañja menuduh Buddha tidak menghormati para brahmana tua dan tidak memiliki berbagai kualitas baik. Buddha menjawab dengan menjelaskan bahwa tuduhan-tuduhan itu benar dalam arti yang berbeda: ia telah melampaui kenikmatan indria, mengajarkan ketidakberlakuan atas kejahatan, pemusnahan nafsu, dan seterusnya. Melalui perumpamaan anak ayam yang menetas, Buddha menunjukkan bahwa ia telah memecahkan cangkang ketidaktahuan dan mencapai pencerahan sempurna, sehingga ia layak disebut yang tertua di dunia. Brahmana itu akhirnya berlindung kepada Buddha, Dhamma, dan Saṅgha.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an8.11:20.4 As if he were righting the overturned, or revealing the hidden, or pointing out the path to the lost, or lighting a lamp in the dark so people with clear eyes can see what’s there, worthy Gotama has made the teaching clear in many ways.
an8.11:20.5 I go for refuge to the worthy Gotama, to the teaching, and to the mendicant Saṅgha.
an8.11:20.6 From this day forth, may the worthy Gotama remember me as a lay follower who has gone for refuge for life.”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.