an7.95:3.1 Selanjutnya, para bhikkhu, di sini seseorang individu berdiam dengan merenungkan ketidak-kekalan dalam mata, mempersepsikan ketidak-kekalan, mengalami ketidak-kekalan, senantiasa, terus-menerus, tanpa terputus, dengan pikiran yang bertekad, menembus dengan kebijaksanaan.
an7.95:3.2 Dengan hancurnya lima belenggu yang lebih rendah, ia menjadi seorang yang terbebaskan di antara satu kehidupan dan kehidupan berikutnya …
an7.95:3.3 Dengan hancurnya lima belenggu yang lebih rendah, ia menjadi seorang yang terbebaskan saat mendarat …
an7.95:3.4 Dengan hancurnya lima belenggu yang lebih rendah, ia menjadi seorang yang terbebaskan tanpa usaha tambahan …
an7.95:3.5 Dengan hancurnya lima belenggu yang lebih rendah, ia menjadi seorang yang terbebaskan dengan usaha tambahan …
an7.95:3.6 Dengan hancurnya lima belenggu yang lebih rendah, ia menjadi seorang yang menuju ke atas, pergi ke alam Akaniṭṭha.
an7.95:3.7 Ini, para bhikkhu, adalah individu ketujuh yang layak menerima persembahan … dan merupakan ladang jasa yang tiada taranya bagi dunia.
an7.95:3.8 Ini, para bhikkhu, adalah tujuh individu yang layak menerima persembahan yang dipersembahkan kepada para dewa, layak menerima keramahan, layak menerima pemberian agama, layak menerima penghormatan dengan tangan bersikap añjali, dan merupakan ladang jasa yang tiada taranya bagi dunia.”
