‹
AN 7.74

Arakasutta

Khotbah tentang Araka

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 7.74

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan betapa singkat dan berharganya waktu hidup yang kita miliki. Melalui perumpamaan-perumpamaan yang kuat dan perhitungan yang gamblang, mari kita simak bagaimana Sang Buddha menekankan urgensi untuk berlatih dan berbuat baik selagi masih ada kesempatan.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Sang Buddha menceritakan tentang guru masa lampau bernama Araka yang mengajarkan murid-muridnya tentang singkatnya kehidupan manusia melalui serangkaian perumpamaan, seperti tetesan embun, gelembung air, dan sapi yang menuju tempat pemotongan. Meskipun pada masa itu manusia berumur sangat panjang, Araka tetap menekankan urgensi berbuat baik dan menjalani kehidupan spiritual. Sang Buddha kemudian menguraikan secara rinci betapa singkatnya hidup seratus tahun manusia saat ini, dihitung dalam musim, bulan, malam, hingga jumlah makanan yang dinikmati, dan diakhiri dengan ajakan untuk berlatih tanpa lengah.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

an7.74:10.1 Sekarang ini, para bhikkhu, adalah tepat untuk mengatakan:

an7.74:10.2 ‘Singkat kehidupan manusia; ringan, penuh penderitaan, penuh keputusasaan; hendaknya direnungkan dengan bijaksana, hendaknya dilakukan hal yang baik, hendaknya dijalani kehidupan suci, sebab tidak ada yang terlahir yang terbebas dari kematian.’

an7.74:10.3 Sebab sekarang ini, para bhikkhu, siapa yang hidup paling lama hanyalah seratus tahun atau sedikit lebih.

an7.74:10.4 Hidup seratus tahun, para bhikkhu, berarti hanya menjalani tiga ratus musim—

an7.74:10.5 seratus musim dingin, seratus musim panas, seratus musim hujan.

an7.74:10.6 Hidup tiga ratus musim, para bhikkhu, berarti hanya menjalani dua belas ratus bulan—

an7.74:10.7 empat ratus bulan musim dingin, empat ratus bulan musim panas, empat ratus bulan musim hujan.

an7.74:10.8 Hidup dua belas ratus bulan, para bhikkhu, berarti hanya menjalani dua puluh empat ratus setengah bulan—

an7.74:10.9 delapan ratus setengah bulan musim dingin, delapan ratus setengah bulan musim panas, delapan ratus setengah bulan musim hujan.

an7.74:10.10 Hidup dua puluh empat ratus setengah bulan, para bhikkhu, berarti hanya menjalani tiga puluh enam ribu malam—

an7.74:10.11 Dua belas ribu malam di musim dingin, dua belas ribu malam di musim panas, dua belas ribu malam di musim hujan.

an7.74:10.12 Dan sungguh, para bhikkhu, hidup selama 36.000 malam, seseorang hanya menikmati 72.000 kali makan—

an7.74:10.13 dua puluh empat ribu kali makan di musim dingin, dua puluh empat ribu kali makan di musim panas, dua puluh empat ribu kali makan di musim hujan, termasuk saat menyusu pada ibu dan saat terhadapnya ada halangan makan.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.