an7.71:4.1 Misalkan, para bhikkhu, ada seekor induk ayam dengan delapan, sepuluh, atau dua belas telur.
an7.71:4.2 Telur-telur itu dierami dengan baik oleh induk ayam, dihangatkan dengan baik, dan dirawat dengan baik.
an7.71:4.3 Bahkan jika induk ayam itu tidak memiliki keinginan:
an7.71:4.4 'Oh, semoga anak-anak ayamku memecahkan cangkang telur dengan ujung kuku kaki atau dengan paruhnya dan menetas dengan selamat!'
an7.71:4.5 Namun, anak-anak ayam itu memang mampu memecahkan cangkang telur dengan ujung kuku kaki atau dengan paruhnya dan menetas dengan selamat.
an7.71:4.6 Mengapa demikian?
an7.71:4.7 Karena, para bhikkhu, telur-telur itu telah dierami dengan baik oleh induk ayam, dihangatkan dengan baik, dan dirawat dengan baik.
an7.71:4.8 Demikian pula, para bhikkhu, ketika seorang bhikkhu tekun berlatih pengembangan batin, bahkan jika ia tidak memiliki keinginan:
an7.71:4.9 'Oh, semoga pikiranku terbebas dari kekotoran batin melalui ketidakmelekatan!'
an7.71:4.10 Maka pada saat itu juga, tanpa melekat, pikirannya terbebas dari kekotoran batin.
an7.71:4.11 Apakah sebabnya?
an7.71:4.12 Harus dikatakan: 'Karena ia telah dikembangkan.'
an7.71:4.13 Dikembangkan dalam hal apa?
an7.71:4.14 Dalam empat penegakan perhatian, empat usaha benar, empat landasan kekuatan batin, lima indria, lima kekuatan, tujuh faktor pencerahan, dan jalan mulia berunsur delapan.
