‹
AN 7.6

Vitthatadhanasutta

Sutta Kekayaan Secara Terperinci

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 7.6

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan kembali makna kekayaan: bukan harta benda, melainkan kualitas batin yang dapat dibawa ke mana pun. Mari kita simak penjelasan Sang Buddha tentang tujuh kekayaan yang sesungguhnya.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Dalam sutta ini, Sang Buddha mengajarkan kepada para bhikkhu tentang tujuh jenis kekayaan sejati yang dimiliki oleh seorang siswa mulia: keyakinan, moralitas, rasa malu, rasa takut akan akibat buruk, pembelajaran, kedermawanan, dan kebijaksanaan. Setiap jenis kekayaan dijelaskan secara terperinci, dan sutta ditutup dengan syair yang menegaskan bahwa siapa pun yang memiliki kekayaan-kekayaan ini disebut sejahtera dan hidupnya tidak sia-sia.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an7.6:5.1

Katamañca, bhikkhave, ottappadhanaṁ?

Dan apakah, para bhikkhu, kekayaan rasa takut akan akibat buruk itu?

And what is the wealth of prudence?

an7.6:5.2

Idha, bhikkhave, ariyasāvako ottappī hoti, ottappati kāyaduccaritena vacīduccaritena manoduccaritena, ottappati pāpakānaṁ akusalānaṁ dhammānaṁ samāpattiyā.

Di sini, para bhikkhu, seorang siswa mulia memiliki rasa takut akan akibat buruk; ia takut terhadap perbuatan buruk melalui tubuh, ucapan, dan pikiran; ia takut terhadap pencapaian kualitas-kualitas yang buruk dan tidak terampil.

It’s when a noble disciple is prudent. They’re prudent when it comes to bad conduct by way of body, speech, and mind, and prudent when it comes to the acquiring of any bad, unskillful qualities.

an7.6:5.3

Idaṁ vuccati, bhikkhave, ottappadhanaṁ.

Ini disebut, para bhikkhu, kekayaan rasa takut akan akibat buruk.

This is called the wealth of prudence.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.