Katamañca, bhikkhave, sīladhanaṁ?
Dan apakah, para bhikkhu, kekayaan moralitas itu?
And what is the wealth of ethical conduct?
Sutta Kekayaan Secara Terperinci
Sutta ini mengajak kita merenungkan kembali makna kekayaan: bukan harta benda, melainkan kualitas batin yang dapat dibawa ke mana pun. Mari kita simak penjelasan Sang Buddha tentang tujuh kekayaan yang sesungguhnya.
Dalam sutta ini, Sang Buddha mengajarkan kepada para bhikkhu tentang tujuh jenis kekayaan sejati yang dimiliki oleh seorang siswa mulia: keyakinan, moralitas, rasa malu, rasa takut akan akibat buruk, pembelajaran, kedermawanan, dan kebijaksanaan. Setiap jenis kekayaan dijelaskan secara terperinci, dan sutta ditutup dengan syair yang menegaskan bahwa siapa pun yang memiliki kekayaan-kekayaan ini disebut sejahtera dan hidupnya tidak sia-sia.
Katamañca, bhikkhave, sīladhanaṁ?
Dan apakah, para bhikkhu, kekayaan moralitas itu?
And what is the wealth of ethical conduct?
Idha, bhikkhave, ariyasāvako pāṇātipātā paṭivirato hoti …pe… surāmerayamajjapamādaṭṭhānā paṭivirato hoti.
Di sini, para bhikkhu, seorang siswa mulia menghindari pembunuhan makhluk hidup … menghindari minuman keras, anggur, dan minuman memabukkan yang menjadi landasan kelengahan.
It’s when a noble disciple doesn’t kill living creatures, steal, commit sexual misconduct, use speech that’s false, backbiting, harsh, or nonsensical, or consume intoxicants of beer, wine, and liquor.
Idaṁ vuccati, bhikkhave, sīladhanaṁ.
Ini disebut, para bhikkhu, kekayaan moralitas.
This is called the wealth of ethical conduct.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.